Sunday, March 29, 2009

Plate Design

Referensi:
- Roark's Formula for Stress and Strain 7th edition, Warren C. Young & Richard G. Budynas, Table 11.4

Pelat untuk offshore deck biasanya didesain untuk dua type pembebanan, beban merata dan beban terpusat. Untuk beban merata, pendekatan simple supported beam cukup akurat dengan asumsi FIXED pada stringer centre. Sedangkan untuk beban terpusat bisa dipakai pendekatan dari DNV, Yield Line Theory atau Roark's formula, tapi Roark's formula cukup sederhana dan menghasilkan hasil perhitungan yang cukup masuk akal.

Berikut ini adalah tebal pelat yang dibutuhkan untuk masing-masing type pembebanan. Lendutan yang diizinkan diasumsikan 1/200 L. Untuk beban terpusat, ada dua pendekatan, yaitu asumsi pin restraint dan fixed restraint. Untuk fixed restraint, beban diasumsikan sebagai beban titik yang sangat kecil, sedangkan untuk pinned restraint, beban diasumsikan sebagai segi empat namun dalam penghitungan defleksinya diasumsikan sebagai beban titik.

Tuesday, September 18, 2007

Noble Denton Default Motion Criteria

Referensi:
- General Guidelines for Marine Trnsportation, No. 0030/ NDI Rev. 2. Sect. 7.9

Apabila data-data yang diperlukan berupa significant wave height (Hsig), zero crossing period (Tz) dan design wind speed tidak tersedia untuk transportation analysis, maka Noble Denton menyediakan default motion criteria yang bergantung pada ukuran vesel.





Harus diingat bahwa ketentuan pada tabel di atas berlaku untuk centre pitch dan roll yang berimpit dengan centre of floatation dan heave koordinat berimpit dengan koordinat vertikal global.

Lifting Analysis ~ API vs DNV

Referensi:
- API RP 2A - WSD 21st Edition, Section 2.4.2
- DNV Pt. 2 Ch. 5, Lifting, Section 2


Perbedaan mendasar lifting analysis antara API method dan DNV method adalah dalam pemilihan beban-beban yang diperhitungkan.

Secara garis besar perbedaan tersebut terletak dalam hal-hal berikut ini:

1. Dynamic Amplification Factor/ Dynamic Load Factor

DAF adalah faktor beban untk memperhitungkan pergerakan vessel saat lifting.

Pada API, DAF dibedakan menjadi 3 kategori yaitu offshore lifting (2.00 & 1.35), shore to near shore lifting (1.50 & 1.15) dan shore lifting (no DAF).

Pada DNV, DAF dibedakan menjadi 12 kategori sebagai berikut:



2. Skew Load

Skew load adalah faktor yang memperhitungkan ketidak-akuratan panjang sling yang sebenarnya.

Pada API dinyatakan bahwa skew load harus diperhitungkan apabila persyaratan panjang sling yang sebenarnya melebihi ketentuan API. Hal ini dengan catatan khusus, DAF tidak berlaku lagi untuk hal ini.

Pada DNV dinyatakan bahwa skew load adalah salah satu faktor yang harus diperhitungkan bersama-sama dengan DAF. Besarnya faktor skew load ini bervariasi tergantung besarnya perbedaan sling actual.

3. Centre of Gravity (CoG) Shift

CoG shift bukanlah faktor pembesaran beban pada saat lifting. CoG shift diperhitungkan karena fabrication tolerance atau ketidakakuratan data equipment, bulk dsb. CoG shift harus diperhitungkan juga untuk analisis-analisis lain yang sensistif terhadap keberadaan CoG.

Lamellar Tearing

Referensi:
- www.kuleuve.be


Lamellar Tearing adalah kegagalan pada suatu pelat baja yang terjadi diantara layer-layernya karena gaya normal yang tegak lurus penampangnya atau karena efek residual stress setelah welding.

Lamellar tearing ini terjadi karena through thickness ductility dari pelat baja tersebut berkurang karena efek dari bahan-bahan pengikat di antara layer-layer tersebut. Suatu pelat baja terdiri atas beberapa layer baja yang diikat oleh bahan-bahan non-metal yang mengandung sulfat dan silikat. Pada saat diroll bahan-bahan ini mengalami deformasi sehingga mempengaruhi through thickness ductility dari pelat baja tersebut.

Untuk pelat-pelat tipis (<= 12 mm), layer-layer penyusunnya sedikit sehingga kemungkinan terjadinya lamellar tearing pun kecil.

Lamellar tearing bisa diatasi dengan improved through thickness property atau dengan merubah type welding sehingga lamellar tearing bisa dihindari.